Pages

Rabu, 02 November 2011

Mie goreng Jawa

Mi goreng…mi goreng…mi goreng…Yummmy….Enak..Enak…Apalagi disantap selagi hangat…Bikin lidah bergoyang…


Resep Bahan Mi Goreng Jawa :

  • 2 sdm minyak goreng untuk menumis
  • 3 siung bawang putih, memarkan
  • 3 batang daun bawang bagian putihnya, iris halus
  • 200 gr daging sapi rebus, potong kecil
  • 100 gr udang basah
  • 150 cc kaldu sapi
  • 200 gr kol, iris halus
  • 100 gr taoge, bersihkan
  • Garam secukupnya
  • Merica secukupnya
  • 2 sdm kecap manis
  • 250 gr mi basah
  • 1 sdm irisan daun seledri
  • 1 sdm bawang goreng

Cara Membuat Mi Goreng Jawa :

  1. Panaskan minyak, tumis bawang putih dan irisan daun bawang hingga harum.
  2. Masukkan udang dan daging, aduk hingga udang matang. Tuangi kaldu.
  3. Masukkan sayuran dan semua bumbu. Masak hingga sayuran layu. Masukkan mi, aduk-aduk sebentar, angkat. Tempatkan dalam piring saji. Taburi irisan daun seledri dan bawang goreng. Sajikan panas-panas dengan cabai rawit dan acar.

Selamat Mencoba

Sejarah Kota tua Jakarta

Tahun 1526, Fatahillah, dikirim oleh Kesultanan Demak, menyerang pelabuhan Sunda Kelapa di kerajaan Hindu Pajajaran, kemudian dinamai Jayakarta. Kota ini hanya seluas 15 hektar dan memiliki tata kota pelabuhan tradisional Jawa. Tahun 1619, VOC menghancurkan Jayakarta di bawah komando Jan Pieterszoon Coen. Satu tahun kemudian, VOC membangun kota baru bernama Batavia untuk menghormati Batavieren, leluhur bangsa Belanda. Kota ini terpusat di sekitar tepi timur Sungai Ciliwung, saat ini Lapangan Fatahillah.

Penduduk Batavia disebut "Batavianen", kemudian dikenal sebagai suku "Betawi", terdiri dari etnis kreol yang merupakan keturunan dari berbagai etnis yang menghuni Batavia.

Tahun 1635, kota ini meluas hingga tepi barat Sungai Ciliwung, di reruntuhan bekas Jayakarta. Kota ini dirancang dengan gaya Belanda Eropa lengkap dengan benteng (Kasteel Batavia), dinding kota, dan kanal. Kota ini diatur dalam beberapa blok yang dipisahkan oleh kanal [1]. Kota Batavia selesai dibangun tahun 1650. Batavia kemudian menjadi kantor pusat VOC di Hindia Timur. Kanal-kanal diisi karena munculnya wabah tropis di dalam dinding kota karena sanitasi buruk. Kota ini mulai meluas ke selatan setelah epidemi tahun 1835 dan 1870 mendorong banyak orang keluar dari kota sempit itu menuju wilayah Weltevreden (sekarang daerah di sekitar Lapangan Merdeka). Batavia kemudian menjadi pusat administratif Hindia Timur Belanda. Tahun 1942, selama pendudukan Jepang, Batavia berganti nama menjadi Jakarta dan masih berperan sebagai ibu kota Indonesia sampai sekarang.

Tahun 1972, Gubernur Jakarta, Ali Sadikin, mengeluarkan dekrit yang resmi menjadikan Kota Tua sebagai situs warisan. Keputusan gubernur ini ditujukan untuk melindungi sejarah arsitektur kota — atau setidaknya bangunan yang masih tersisa di sana.

Meski dekrit Gubernur dikeluarkan, Kota Tua tetap terabaikan. Banyak warga yang menyambut hangat dekrit ini, tetapi tidak banyak yang dilakukan untuk melindungi warisan era kolonial Belanda.[2]

Tempat yang sudah dihancurkan

Dalam pengembangan daerah Jakarta, pemprov DKI Jakarta menghancurkan beberapa bangunan atau tempat yang berada di daerah kota Tua Jakarta engan alasan tertentu. Tempat tersebut adalah:

[sunting] Tempat menarik dan bersejarah

Kantor Pos di Kota Tua

Sebagai permukiman penting, pusat kota, dan pusat perdagangan di Asia sejak abad ke-16, Oud Batavia merupakan rumah bagi beberapa situs dan bangunan bersejarah di Jakarta:[1]

Saat ini, banyak bangunan dan arsitektur bersejarah yang memburuk kondisinya[3] seperti: Museum Sejarah Jakarta (bekas Balai Kota Batavia, kantor dan kediaman Gubernur Jenderal VOC), Museum Maritim Nasional, Pelabuhan Sunda Kelapa, dan Hotel Omni Batavia.

Tetapi, masih ada usaha perbaikan Kota Tua, khususnya dari berbagai organisasi nirlaba, institusi swasta, dan pemerintah kota[4] yang telah bekerjasama untuk mengembalikan warisan Kota Tua Jakarta. Tahun 2007, beberapa jalan di sekitar Lapangan Fatahillah seperti Jalan Pintu Besar dan Jalan Pos Kota, ditutup sebagai tahap pertama perbaikan.

Jumat, 20 Mei 2011

buat crepes yuk


Rekomendasi :
Crepe adalah jenis makanan yang terkenal di Perancis. Begitu banyak variasinya, ada yang sangat kering ada juga yang basah. Kali ini Dapur Cantik menyajikan crepes dengan aneka isi. Anda pun bisa berkreasi sendiri dengan isinya. Sangat cocok dijadikan makanan kecil bagi anak-anak. Cara membuatnya pun tidak terlalu sulit. Silahkan dicoba!



Belanja dulu yukz :
  • 100 gram tepung terigu Segitiga Biru (protein sedang)
  • 250 mL susu cair full cream
  • 1 butir telur, dikocok lepas
  • 1/2 sendok teh garam

  • Bahan Vla untuk crepe isi manis :
  • 20 gram tepung maizena
  • 40 gram gula pasir
  • 200 mL susu cair
  • 2 butir kuning telur
  • 1 bungkus vanili

  • Isi crepe isi manis :
  • Meises aneka warna
  • Keju parut secukupnya
  • Susu kental manis putih

  • Bahan Vla untuk crepe isi salad :
  • 2 sendok makan mayonnaise
  • 1 sendok makan thousand island
  • 1 sendok makan cream cheese
  • 1 sendok makan susu kental manis putih
  • 1 sendok teh air jeruk nipis
  • seujung sendok teh, garam

  • Isi crepe untuk salad :
  • jagung manis pipil, direbus
  • makaroni bentuk spiral, direbus

Sekarang ke dapur yukz :
  1. Siapkan mangkuk agak besar, ayak-lah tepung terigu.
  2. Lalu masukkan susu cair, telur yang sudah dikocok dan garam.
  3. Aduk hingga tercampur rata dan biarkan selama kurang lebih 15 menit.
  4. Setelah itu, panaskan sedikit mentega di atas wajan pipih khusus untuk crepe.
  5. Buat dadar tipis dari adonan crepe tadi hingga habis. Masak di atas api kecil saja.
  6. Sekarang kita buat vla untuk crepe isi manis : siapkan panci sedang, rebus susu cair, gula pasir dan vanili hingga tercampur rata, masukkan secara sekaligus tepung maizena dan kuning telur, aduk cepat dan masak hingga kental. Matikan api, tapi tetap diaduk terus hingga dingin baru sisihkan.
  7. Sedangkan vla untuk crepe isi salad : campurkan semua bahan jadi satu hingga tercampur rata.
  8. Saatnya berkreasi dengan isi crepes. Untuk isi manis, silahkan Anda mempadu-padankan antara keju parut, meises dan topping susu kental manis.
  9. Untuk isi salad, campurkan vla salad tadi ke dalam campuran makaroni dan jagung manis yang sudah direbus.
  10. Cara melipat crepe-nya bisa digulung atau dibentuk seperti terompet.

Tips :
- Saat memasak kulit crepe dan vla manis-nya, lakukan di atas api kecil saja.
- Selain isi manis dan salad, crepe bisa juga diisi dengan bahan burger. Gunakan 1 buah daging asap untuk burger, lalu goreng sebentar dan dibelah empat lalu ditumpuk. Sedangkan untuk vla-nya, campurkan mayonnaise, susu kental manis putih, 1 buah telur rebus yang sudah dihancurkan dan saus sambal.
- Untuk isi salad dan burger, bisa ditambahkan daun selada segar yang sudah diiris tipis.
- Cetakan Crepe-nya dapat dilihat pada artikel Cetakan Kue.

Sayap Ayam Bumbu" lada hitam

Resep Masakan - Resep Sayap Ayam Bumbu Lada Hitam

Bahan:

  • 12 buah sayap ayam bagian atas (mini drumstick)
  • 1 siung bawang putih, parut
  • 1 sdm air jeruk nipis
  • 1 sdt garam
  • minyak goreng
  • Bumbu:
  • 2 sdm minyak sayur
  • 30 g bawang bombay, cincang
  • 2 sdt merica hitam, memarkan agak halus
  • 2 sdm saus tiram
  • 1 sdm saus cabai botolan
  • 1 sdt garam

Cara membuat:

  • Aduk sayap ayam dengan jeruk nipis, bawang putih dan garam hingga rata.
  • Diamkan selama 30 menit hingga bumbu meresap.
  • Goreng sayap ayam dalam minyak panas dan banyak hingga agak kecokelatan. Tiriskan.

Bumbu:

  • Tumis bawang bombay hingga wangi.
  • Masukkan merica, saus tiram, saus cabai dan garam, aduk hingga mendidih. Angkat.
  • Taruh sayap ayam goreng dalam wadah tahan panas.
  • Siram dengan Bumbunya.
  • Panggang dalam oven panas selama 20 menit.
  • Angkat dan sajikan hangat.